CINDY
GOES HOME, BYE BYE!!
Di
sebuah hutan nan jauh dari perkotaan, hidup seorang gadis yang sedari kecil dan
sudah 10 tahun hidup dengan para binatang di hutan. Cindy, namanya. Sedari
kecil diasuh oleh sorang beruang. Kini, ia sedang melamun diatas pohon, ia
melamunkan hidupnya. Berpikir berbeda tubuhnya dengan beruang itu, membuatnya
penasaran akan siapa jati dirinya yang sebenarnya.
Tak
berapa lama, ia dikejutkan dengan Teddy, temannya. Atau bisa dibilang
saudaranya mengingat Teddi adalah anak beruang yang mengasuhnya.
“Apa
yang kamu lamunkan?” tanya Teddy sambil memakan buah apel, mereka sedang berada
di pohon apel!
“Kamu
tahu siapa aku sebenarnya?” Cindy malah balik bertanya, sesekali ia memetik
daun pohon tersebut dan membuangnya kebawah. Untungnya, tidak ada hewan yang
berlalu lalang disana, kalau tidak, mereka akan terkena.
“Kamu
lupa ingatankah? Kamu Cindy, lupa? Tapi kamu tidak lupa denganku kan?” Teddy
menggoyang-goyangkan bahu Cindy. Bukannya menjawab, Cindy dengan cekatan turun
dari pohon dan berlari. Teddy mengejarnya.
Tapi,
sebelum mereka berlari lebih jauh, terdengar suara dengungan keras dari atas
langit. Teddy juga Cindy berhenti.
“KIAMAT!!”
teriak Teddy berlari menuju ke tempat tinggal para binatang.
Cindy
menoleh ke belakang, tak tampak lagi olehnya, Teddy. Dan ia dikejutkan oleh
sebuah benda besar yang terbang dengan sebuah baling-baling berputar diatasnya.
“Apa itu yang membuatnya terbang?” pikir Cindi sambil terus menatap
baling-baling itu.
Karena
disekitar Cindy adalah padang rumput yang luas, benda besar tersebut mendarat
tak jauh dari posisi Cindy berdiri sekarang. Cindy tetap diam menatap benda itu
karena penasaran.
Di
tempat lain, Teddy yang sedari tadi berteriak tentang kiamat. Bahkan para
binatang berlari kocar-kacir. Ibunya, nyonya beruang berusaha menenangkan
Teddy.
“Dari
mana kamu tahu bahwa ada kiamat, Teddy? Bahkan tidak ada gempa, atau apapun
dari tadi!” nyonya beruang membungkam mulut Teddy.
Setelah
melepas tangan nyonya beruang dari mulutnya, Teddy menarik napas panjang,
menyiapkan sebuah kalimat untuk membuat ibunya itu percaya.
“Tadi....itu...ada
sebuah dengungan dari langit yang sangat keras. Apa ibu dan yang lainnya tak
mendengar?”
“Dengungan
keras?” sambung seekor monyet. “Kami mendengarnya, kami kira itu suara auman
dari si raja, Singa!”
“Ini
berbeda,bukan suara auman! Aku yakin!” Kini Teddy menjadi perhatian para
binatang termasuk juga Singa.
“Dan
aku juga tak mengaum sedari tadi,” sambung singa mendekati Teddy dan membuat
para binatang ribut karena cemas.
Tiba-tiba
Teddy teringat akan Cindy yang ia tinggalkan karena panik tadi.
“Ibu!!
Cindy!!”
*****
Cindy
tersenyum senang melihat banyak makanan tersedia didepannya. Meski ia tak
mengerti bahasa manusia yang didepannya ini. Para manusia itu tampaknya kaget tadi
saat tahu ada manusia juga di hutan ini.
“Enak
bukan, makananya?” tanya salah satu diantara mereka. Jumlah mereka ada 4 orang.
Meski tak mengerti, Cindy hanya tersenyum dan mengangguk. Cindy hanya senang
ada yang mirip dengannya, cindy berpikir bahwa dia pasti seorang seperti
mereka.
4
orang itu sedang berdiskusi, entahlah, mungkin sesuatu yang penting. Cindy tak
peduli, ia menikmati makanannya.
“Kau
mau ikut kami?” tanya salah satu dari mereka. Sekali lagi. Cindy hanya
tersenyum dan mengangguk.
“Sepertinya
dia mengerti, ayo kita bawa ke Helikopter,” lanjutnya. Seorang perempuan
diantara mereka memegang bahu Cindy dan mengatakan sesuatu. Setelah itu Cindy
ditarik tangannya pelan-pelan oleh perempuan itu.
Meski
kebingungan, Cindy tak bisa menolak. Dia hanya gadis kecil yang tak tahu
apa-apa. Bahkan juga tak tahu bahwa dia adalah manusia. Dan nantinya, ia juga
tak tahu bahwa dia akan dibawa ke tempat dimana semuanya seperti dia, manusia.
Helikopter
lepas landas. Bersamaan dengan itu, para hewan datang dengan wajah khawatir,
tentu saja mereka mencari Cindy.
“Itukah
yang membuat berdengung dan membuatmu ribut?” tanya nyonya beruang sambil
memandang helikopter dan Teddy bergantian.
“Mungkin
saja!” jawab Teddy. “Tapi.... dimana Cindy, dia disini saat aku pergi!”
“Disini?
Helikopter itu, sudah ku duga. Akhirnya ini terjadi. Helikopter itu! Mereka
membawa Cindy,” Singa menunjuk helikopter yang kini makin menjauh.
“A..apa
maksud tuan?” tanya Teddy.
“Ini
sudah jelas.. para manusia, mereka membawanya. Dia akan kembali keasalnya!”
jawab Singa. “Dulu, ia juga terjatuh dari benda besar itu. Untungnya, ia jatuh
dengan kasur dibawahnya. Dan nyonya beruang, kaulah yang mengambilnya saat itu.
Dan aku tahu, pasti dia akan kembali keasalnya!”