Menuntut Ilmu Agama
Assalamu’alaikum WR. Wb
Alhamdulillahirabbil’alamin, wabihi nasta’in, ‘ala
umriddunya waddin, wasalawatullah, wasalamuhu ‘ala nabiyyina muhammad, wa’ala
alihi washabihi azma’in, amma ba’du.
Puji
syukur kita ucapkan atas kehadirat Allah Swt. Karena atas karunia-Nya yang
berupa nikmat kesehatan dan kesempatan, sehingga kita dapat berhadir
bersama-sama di tempat ini. Tak lupa shalawat beriring salam kita panjatkan
kepada Nabi kita Muhammad saw. Karena telah membimbing kita sehingga kita dapat
beranjak dari zaman jahiliyah ke zaman pengetahuan seperti ini.
Yang
saya hormati dan yang di rahmati Allah,...
dan yang saya sayangi dan yang dirahmati Allah swt ...
Adapun
maksud saya berdiri disini adalah untuk menyampaikan pidato saya yang berjudul
“Menuntut ilmu islami” yang saya berharap nantinya kita dapat mengambil
hikmahnya bersama.
Hadirin
wal hadirat yang dirahmati Allah,
Salah
satu fenomena yang cukup memprihatinkan pada zaman kita adalah rendahnya
semanagat dan motivasi untuk menuntut ilmu agama. Ilmu agama seakan menjadi hal
yang remeh dan terpinggirkan bagi mayoritas kaum muslimin. Berbeda halnya
dengan semangat untuk mencari ilmu dunia. Seseorang bisa jadi mengorbankan apa
saja untuk meraihnya. Kita begitu bersabar menempuh pendidikan mulai dari awal
di sekolah dasar hingga puncaknya di perguruan tinggi demi mencari pekerjaan
dan penghidupan yang layak. Mayoritas umur, waktu, dan harta dihabiskan untuk
menuntut ilmu dunia. Lalu, bagaimana dengan ilmu agama? Bisakah kita
mengorbankan waktu, harta dan tenaga kita untuk meraihnya?
Rasulullah
Saw bersabda:
Tholabul
‘ilmi faridhotun ‘ala kuli muslimin
Yang
artinya “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim”
Dalam
hadist ini, Rasulullah Saw dengan tegas menyatakan bahwa menuntut ilmu itu
hukumnya wajib bagi setiap muslim, bukan hanya bagi sebagian orang muslim saja.
Lalu, ilmu apakah yang dimaksud dalam hadist tersebut? Penting diketahui bahwa
ketika Allah Swt. Dan Rasul-nya menyebutkan kata “ilmu” saja dalam Al-qur’an
atau As-sunnah, ilmu yang dimaksud adalah ilmu Syar’i atau ilmu agama.
Banyak
kaum muslimin beranggapan bahwa menuntut ilmu agama itu hanya tugas para santri
di pondok-pondok pesantren. Tentu ini merupakan anggapan yang salah. Sebab,
setiap muslim telah diwajibkan untuk mempelajarinya, sebagaimana yang telah
disebutkan dalam hadist Rasululla saw.
Hadirin
wal hadirat yang di rahmati Allah Swt.
Seseorang
yang keluar untuk menuntut ilmu, akan menjadi sebab masuknya seorang hamba
kedalam surga. Mengapa demikian? Ya, tatkala seorang muslim mempelajari
agamanya dengan penuh keikhlasan, maka dia akan dimudahkan untut memahami mana
yang baik dan mana yang buruk, antara yang halal dan yang haram, yang haq dan
yang bathil, lalu dia berusaha mengamalkan apa yang telah ia ketahui dari ilmu
tersebut, sehingga ia menggabungkan ilmu dan amalnya dengan keikhlasan dan
mengikuti bimbingan Rasulullah Saw., maka dia menjadi hamba yang di ridhoi oleh
Allah Swt, dan tiada balasan dari Allah Swt bagi hamba yang diridhoi-Nya
melainkan surga.
Selain
itu, islam juga mewajibkan kita untuk menuntut ilmu-ilmu dunia yang memberi
manfaat dan berguna untuk kita dalam hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan
kita di dunia, agar tiap-tiap muslim tidak dikategorikan menjadi yang
terkebelakang, agar tiap muslim dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan
yang dapat membawa kemajuan bagi penghuni didunia dalam batas-batas yang
diridhoi Allah Swt.
Maka,
kita dapat ambil kesimpulan bahwa apabila kita menuntut ilmu dalam islam adalah
untuk membantu pembentukan akhlak yang mulia, maka akhlakul karimah merupakan
jiwa dari setiap pendidikan islam. Untuk mempersiapkan kita menghadapi
kehidupan didunia dan akhirat secara sekaligus. Untuk mempersiapkan kita
memelihara ruh ilmiah atau scientific spirit dan keinginan untuk terus mencari
dan menemukan sesuatu.
Hadirin
walhadirat yang dirahmati Allah Swt.
Oleh
karena itu, marilah kita terus berusaha menuntut ilmu agama dan dunia. Agar
kita dapat mencapai keduanya dengan berhasil. Dan agar kita menjadi muslim yang
Up to date dan diridhoi oleh Allah Swt.
Demikianlah
pidato saya kali ini, bila ada kekurangan atau kesalahan, mohon dimaafkan,
fastabikhil khairat, wabillahi taufiq walhidayah,
Wassalamu’alaikum
Wr Wb